Balikpapan, 16-19 Oktober 2025 – Guna mengantisipasi tantangan krisis pangan dan mewujudkan kemandirian desa, Pemerintah Desa Uko mengikutsertakan perangkat desanya dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Ketahanan Pangan yang berlangsung selama empat hari, dari 16 hingga 19 Oktober 2025, di Hotel Astara, Balikpapan. Kegiatan ini merupakan langkah proaktif dan strategis untuk membekali para penggerak desa dengan pengetahuan dan strategi komprehensif dalam meningkatkan ketersediaan pangan, baik yang bersumber dari hasil produksi masyarakat sendiri maupun dari pengelolaan Lumbung Pangan Desa (LPD).
Bimtek yang dihadiri oleh perwakilan dari berbagai desa se-Kabupaten Paser ini menekankan bahwa ketahanan pangan bukan sekadar tentang kecukupan beras, melainkan sebuah sistem yang mencakup ketersediaan, keterjangkauan, stabilitas harga, dan pemanfaatan pangan yang bergizi secara berkelanjutan.
Dari Kerentanan Menuju Kemandirian Pangan
Dalam sambutan pembuka, seorang fasilitator utama bimtek menyampaikan bahwa desa memegang peran kunci dalam peta ketahanan pangan nasional. "Desa adalah penjaga kedaulatan pangan kita. Jika setiap desa mampu memenuhi kebutuhan pangan pokok warganya secara mandiri, atau setidaknya meminimalisir ketergantungan pada pasokan dari luar, maka kita telah membangun fondasi bangsa yang sangat kokoh. Bimtek ini adalah bekal untuk mengubah paradigma dari sekadar 'cukup makan' menjadi 'mandiri pangan'," ujarnya.
Bimtek ini dirancang untuk menjawab berbagai tantangan yang sering dihadapi desa, seperti alih fungsi lahan pertanian, ketergantungan pada pola tanam tunggal, minimnya teknologi pengolahan dan penyimpanan pangan, serta kerentanan terhadap dampak perubahan iklim.
Materi Bimtek: Membangun Sistem Pangan yang Tangguh dari Hulu ke Hilir
Selama empat hari, peserta dibekali dengan materi yang holistik, mencakup seluruh mata rantai sistem pangan. Penguatan Produksi Pangan Lokal (Hulu), Teknologi Pengolahan dan Pasca Panen, Manajemen Lumbung Pangan Desa (LPD) dan Diversifikasi Pangan dan Gizi.
Kolaborasi sebagai Kunci Keberlanjutan
Kepala Desa Uko menyatakan bahwa kunci keberhasilan program ketahanan pangan terletak pada kolaborasi. "Bimtek ini memberikan kami peta jalan yang jelas. Langkah selanjutnya adalah menyinergikan seluruh elemen desa. Kami akan melibatkan Kelompok Tani , Karang Taruna, dan BUMDes untuk bersama-sama menggerakkan program ini. Misalnya, BUMDes dapat membantu pemasaran hasil olahan pangan dari kelompok ibu-ibu," jelasnya
Kegiatan selama empat hari ini diharapkan menjadi titik balik bagi pengelolaan pangan di Desa Uko. Dengan semangat gotong royong dan ilmu yang didapat, Desa Uko bertekad untuk tidak hanya menjadi konsumen pasif, tetapi menjadi produsen pangan yang aktif dan inovatif, mewujudkan kedaulatan pangan dari tingkat tapak yang paling dasar.