Balikpapan, 14 Oktober 2025 – Dalam upaya serius meningkatkan kualitas dan akuntabilitas pengelolaan pembangunan di tingkat desa, Pemerintah Kabupaten Paser menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pelatihan dan Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi bagi seluruh Perangkat Desa se-Kabupaten Paser. Kegiatan yang berlangsung di Grand Senyiur Hotel, Balikpapan pada 14 Oktober 2025 ini merupakan langkah strategis untuk memastikan pembangunan infrastruktur desa tidak hanya tepat guna, tetapi juga memenuhi standar keselamatan dan kelayakan teknis.
Acara ini dihadiri oleh perangkat desa dari berbagai penjuru Kabupaten Paser, termasuk perwakilan dari Desa Uko. Kehadiran mereka menegaskan komitmen untuk membawa perubahan signifikan dalam tata kelola pembangunan, terutama dalam menanggapi semakin kompleksnya proyek-proyek infrastruktur yang dikelola langsung oleh pemerintah desa melalui dana desa dan sumber anggaran lainnya.
Membangun Infrastruktur, Memberdayakan Sumber Daya
Bimtek ini diselenggarakan dalam rangka pembinaan penyelenggaraan jasa konstruksi, yang memiliki arti penting ganda. Pertama, sebagai upaya untuk memastikan bahwa setiap proyek pembangunan yang dijalankan di desa, mulai dari jalan, jembatan, saluran air (drainase), hingga gedung serba guna, dibangun dengan kualitas yang memadai dan berdaya tahan lama. Kedua, program ini juga berfungsi sebagai wahana pemberdayaan bagi perangkat desa dan tenaga kerja lokal, memberikan mereka kompetensi dan pengakuan formal yang dapat meningkatkan nilai tukang dan mandor lokal di pasar kerja konstruksi.
Seorang narasumber dari Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) dalam paparannya menekankan, "Pembangunan desa yang berkualitas dimulai dari tenaga yang terampil dan tersertifikasi. Ini bukan hanya tentang membangun infrastruktur, tetapi tentang membangun kepercayaan. Masyarakat harus yakin bahwa dana yang digunakan untuk membangun jalan atau jembatan di desanya dikerjakan oleh tenaga yang kompeten, sehingga hasilnya aman dan bermanfaat untuk jangka panjang."
Materi Bimtek: Dari Teori Hingga Praktik
Materi yang diberikan dalam Bimtek ini dirancang komprehensif, mencakup aspek teknis, administratif, dan keselamatan kerja.
- Dasar-Dasar Teknik Konstruksi: Memahami gambar rencana, spesifikasi material, dan metode pelaksanaan pekerjaan yang benar untuk berbagai jenis infrastruktur sederhana.
- Manajemen dan Administrasi Proyek: Pelatihan ini mencakup penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang akurat, pembuatan laporan kemajuan pekerjaan, serta sistem pengadaan barang dan jasa yang transparan dan sesuai peraturan.
- Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3): Aspek K3 menjadi pilar utama. Peserta dibekali pengetahuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya di lokasi kerja, menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) dengan benar, dan menerapkan prosedur kerja aman untuk meminimalisir risiko kecelakaan.
- Pengawasan dan Pengendalian Mutu: Perangkat desa dilatih untuk melakukan pengawasan dasar terhadap kualitas material dan kualitas pengerjaan, memastikan output pembangunan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
Sertifikasi: Pengakuan Kompetensi yang Membuka Peluang
Puncak dari kegiatan ini adalah proses sertifikasi. Bagi perangkat desa, hal ini meningkatkan kapasitas mereka dalam mengawal pembangunan. Bagi tenaga kerja lokal, sertifikat ini menjadi "paspor" yang meningkatkan kredibilitas dan peluang mereka untuk bekerja tidak hanya di proyek desanya sendiri, tetapi juga di proyek yang lebih besar di tingkat kabupaten bahkan regional.
Sekretaris Desa Uko yang juga ikut serta dalam acara tersebut menyampaikan apresiasinya. "Ini adalah investasi sumber daya manusia yang sangat berharga. Dengan bekal bimtek dan sertifikasi ini, perangkat desa dan tenaga kerja kami tidak lagi hanya mengandalkan pengalaman empiris, tetapi juga didukung oleh ilmu dan sertifikat kompetensi. Kami berharap ini akan menekan kesalahan konstruksi, mengurangi pemborosan anggaran, dan pada akhirnya menghasilkan infrastruktur yang benar-benar berkualitas bagi warga."
Dengan ditutupnya Bimtek ini, diharapkan gelombang perubahan akan segera terasa di setiap desa. Pembangunan infrastruktur di Kabupaten Paser, khususnya di Desa Uko, kedepannya diharapkan dapat berjalan dengan prinsip yang lebih profesional, transparan, dan accountable, yang pada akhirnya bermuara pada peningkatan kesejahteraan dan percepatan pembangunan yang berkelanjutan bagi seluruh masyarakat.