You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo Desa Uko
Logo Desa Uko
Desa Uko

Kec. Muara Komam, Kab. Paser, Provinsi Kalimantan Timur

“TERWUJUDNYA MASYARAKAT DESA UKO YANG BERKARYA MANDIRI ADIL, MERATA, BERSATU, MENUJU MASYARAKAT DESA UKO SEJAHTERA BEBAS SANDANG PANGAN TERTATA DALAM PEMBANGUNAN AKTIF DALAM BERGOTONG ROYONG SERTA AGAMIS”

Desa Uko Gelar Focus Group Discussion untuk Kelola Sampah Berbasis Teknologi Tepat Guna

SYAMSUL MU'ARIF, S.Pd 22 September 2025 Dibaca 148 Kali
Desa Uko Gelar Focus Group Discussion untuk Kelola Sampah Berbasis Teknologi Tepat Guna

Dalam upaya serius mengatasi persoalan sampah sekaligus meningkatkan kesejahteraan warganya, Desa Uko menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Pengelolaan dan Pengolahan Sampah yang Berbasis pada Teknologi Tepat Guna untuk Pelestarian Alam dan Peningkatan Ekonomi Masyarakat”. Kegiatan yang berlangsung pada 22 September 2025 ini menjadi wadah strategis untuk merumuskan solusi nyata dan berkelanjutan.

FGD ini dihadiri oleh perwakilan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk pemerintah desa, tokoh masyarakat, kelompok pemuda, ibu-ibu PKK, dan banyak lagi. Tujuannya adalah untuk membangun kesadaran kolektif dan merancang model pengelolaan sampah yang tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga memiliki nilai ekonomi.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Uko menekankan bahwa masalah sampah sudah menjadi isu kritis yang perlu ditangani secara sistematis. “Selama ini, sampah sering dilihat sebagai masalah, bukan sebagai sumber daya. Melalui FGD ini, kami ingin mengubah paradigma tersebut. Dengan memanfaatkan teknologi tepat guna, sampah dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat, bahkan mendatangkan pemasukan bagi masyarakat,” ujarnya.

Diskusi berjalan dinamis dengan berbagai pemaparan dan sharing praktik terbaik. Salah satu topik utama yang mengemuka adalah penerapan teknologi sederhana seperti pengolahan sampah organik menjadi kompos dan pupuk cair menggunakan biopori dan komposter. Sampah organik yang selama ini dibuang sembarangan dapat diubah menjadi produk yang memiliki nilai jual. Untuk sampah anorganik, dibahas pula potensi penerapan bank sampah. Hal ini diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan keluarga.

Selain aspek ekonomi, FGD juga menyoroti pentingnya pelestarian alam. Pengelolaan sampah yang baik akan mencegah pencemaran tanah dan air, serta mengurangi emisi gas metana dari timbunan sampah organik. Dengan demikian, langkah ini sejalan dengan upaya mitigasi perubahan iklim di tingkat desa.

Para peserta FGD menyambut baik inisiatif ini dan berkomitmen untuk terlibat aktif dalam setiap tahap implementasinya. Rencana tindak lanjut dari FGD ini adalah penyusunan rencana aksi detail, serta identifikasi dan pengadaan teknologi tepat guna yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan Desa Uko.

Diharapkan, dari diskusi yang produktif ini, Desa Uko tidak hanya akan menjadi lebih bersih dan hijau, tetapi juga mampu membangun perekonomian masyarakat yang lebih mandiri dan berkelanjutan melalui pemanfaatan sampah yang cerdas dan inovatif.

 

Bagikan Artikel Ini
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image